
Kenaf adalah salah satu jenis tanaman yang menghasilkan serat. Tanaman bernama latin hibiscus cannabinus L ini biasanya digunakan untuk bahan karung goni, karpet, geotekstil, dan kerajinan tangan. Tak banyak yang tahu serat kenaf juga sudah sering dipakai pabrik mobil sebagai bahan baku komponen interior mobil seperti langit-langit mobil, pintu dusboard, dan lain-lainnya.
Sedangkan daunnya mengandung protein kasar 24% yang sangat baik digunakan untuk pakan ternak unggas,ikan,pupuk. Dan kayu nya berguna kenaf merupakan bahan baku industri particle board untuk berbagaiseperti : Kusen,furniture,jendela,pelapis dinding rumah dan lain sebagainya
Kenaf merupakan tanaman tumpang sari baik disela tanaman karet maupun kelapa sawit, umur panen tanaman kenaf berkisar 3,5-4 bulan setelah 25-50% dari total keseluruhan tanaman kenaf berbunga. Tanaman kenaf mempunyai daun hampir sama seperti ganja tetapi batangnya memiliki duri, tinggi maksimal mencapai 4 meter.
Kenaf bisa hidup ditanah ekstrim sekalipun asalkan pemeliharaan sesuai dengan standart yang telah ditentukan
Tanaman Kenaf termasuk komoditas ramah lingkungan, karena mudah terdegradasi dan selama pertumbuhannya dapat menangkap carbon dioksida (CO2) di udara sehingga dapat mengurangi pencemaran udara.
Keuntungan bagi masyarakat meningkatkan perekonomian masyarakat atau para petani.
Propinsi Riau memiliki lahan yang cukup luas, subur dan cocok untuk penanaman kenaf. Pengembangan tanaman kenaf saat ini dijadikan sebagai tanaman sela bagi petani yang mendapat bantuan tanaman karet dan kelapa sawit. Tanaman sela dengan perawatan yang baik dan maksimal tentu akan dapat menghasilkan sesuai harapan menjelang tanaman inti berproduksi.
LANGKAH AWAL PENANAMAN KENAF
1. PERSIAPAN LAHAN
a. Kondisi tanah sangat menentukan pertumbuhan kenaf karena setiap jenis tanah memiliki perbedaan PH (Ukuran Ketinggian zat asam) tanah gambut mengandung kadar asam yang cukup tinggi karenanya harus ada penanganan khusus sebelum ditanam. Rata-rata tanah gambut dengan ukuran PH 1-4 sementara tanaman untuk hasil yang maksimal dari ukuran PH 4-6. Jadi untuk mensterilkan atau menurunkan kadar asam tanah gambut harus diberi perlakuan secara khusus seperti penaburan dolomit seminggu sebelum penanaman.
b. Sementara jika kondisi tanah dominan berpasir juga harus ada perlakuan khusus, biasanya tanah berpasir memiliki PH diatas 7 basa, untuk menurunkan kadar PH tanah yang dominan berpasir harus diberikan pupuk ZA.
c. Tanah gambut yang dominan mengandung tanah liat tidak perlu penanganan khusus karena biasanya tanah jenis ini digunakan untuk menanam padi.
Tanah yang pernah atau baru selesai ditanami padi bisa dikatakan subur karena akar padi akan membusuk dan memjadi pupuk kompos serta siap untuk ditanami kenaf.
Sumber : http://wahyufahmi99.blogspot.com/2014/06/buku-pintar-budidaya-tanaman-kenaf.html


